Minggu, 10 Februari 2013

BERBAKTI KEPADA ORANG TUA

KENAPA HARUS BERBAKTI KEPADA ORANG TUA

Apa pentingnya kita berbuat baik dan berbakti kepada kedua orang tua kita ?

          Pertama adalah bahwa berbuat baik dan berbakti kepada kedua orang tua adalah salah satu bentuk syukur kita pada Allah swt. Disebutkan Allah telah menempat kedudukan orang tua kita satu tingkat dibawahNYA, Allah telah menyertakan orang tua setelah namaNYA, sebagaimana disebutkan dalam surat Lukman yang artinya, “…Bersyukurlah kalian kepad-KU lalu kepada kedua orang tuamu…”

Ini menjelaskan bahwa jika kita berbakti kepada kedua orang tua kita, sesungguhnya kita telah termasuk orang-orang yang bersykur kepada Allah Swt. Takkan setinggi apapun rasa syukur kita pada Allah Swt, jika kita tidak berbakti dan berterimakasih kepada kedua orang tua kita. Dan jika kita bersyukur pada Allah dengan berbakti dan berbuat baik kepada orang tua, Allah berjanji akan menganugerahkan karunia yg banyak, yang boleh jadi saat ini Allh anugerahkan kita anak-anak yang soleh dan solehah, yang juga berbuat baik dan berbakti pada kita orang tuanya.

Kedua, jika kita berbakti kepada kedua orang tua kita, sebenarnya kita sedang membangun dan membuka jalan ke syurga. Sesungguhnya Allah telah menetapkan, dan Rasulullah SAW pun telah menyampaikan, bahwa sesunggunya keridhoan Allah SWT itu ada pada ridhonya orang tua kita, dan kemurkaan Allahpun ada pada murkanya orang tua. Jadi, manalah mungkin kita akan memperoleh syurga yang kita impikan, jika orang tua kita tidak ridho pada kita. Bayanagkan, seluruh ibadah yg kita lakukan adalah berharap pahala dari Allah yang akan mengantarkan kita ke syurga-NYA. Bukankah doa-doa yang kita panjatka semua bermuara akan syurganya Allah ?…. “Ya Allah Ya Rabbi, masukan kami dan keluarga kami kedalam syurga MU. ,”.

Namun dimanakah letak syurga itu? Dimana syurga yang kita cari dan impikan itu ? Rasulullah SAW bersabda, “Syurga yang kalian cari dan harap-harapkan itu, letaknya ada dibawah telapak kaki ibumu…”. Artinya jika ridho orang tua sudah kita peroleh, sesungguhnya kita telah membuka jalan ke syurga. Dengan demikian, jika hari ini ada yang orang tuanya sudah tua renta, susah payah sakit-sakitan, butuh perhatian dan asuhan, dan orang tuanya itu berada dalam pangkuannya, maka sesunggunya syurga telah bersamanya. Rasulullah juga pernah menyampaikan, bahwa sungguh merugilah seorang anak yang orang tuanya sudah renta dan sakitan-sakitan tinggal bersamanya, tapi ia tidak mendapat syurga karenanya. Maknanya adalah jika kita merawat orang tua kita yang sudah tua dan sakit-sakitan, maka rawatlah dengan ihklas dan penuh pengabdian. Yang demikian itu Inysa Allah akan mengantarkan kita ke syurganya Allah SWT.

Ketiga, jika kita berbakti kepada keda orang tua kita, Inysa Allah kelak anak-anak kita juga akan berbakti pada kita orang tuanya. Namun jika kita tidak berbakti bahkan durhaka kepada orang tua kita, maka bersiap-siaplah menghadapi anak kita yang tak akan berbakti bahkan durhaka kepada kita, nauzubillahiminzalikh. Salah satu Hadits Riwayat Imam At Tabrani patut kita renungkan, yang artinya : “Berbaktilah kepada kedua orang tuamu, niscaya anak-anakmu kelak akan bebakti kepadamu”. Jadi kalaulah hari ini kita mengantarkan orang tua kita yang sudah tua renta lanjut usia ke panti jompo karena alasan apapun, maka jangan pernah menyesal jika suatu saat nanti anak-anak kita juga akan menitipkan kita ke panti jompo sampai meunggu ajal, dengan alasan apapun juga.

Kalaulah demikian halnya, maka kita yang berbuat baik dan berbakti kepada kedua orang tua kita, sesungguhnya kita telah menanam pohon kebaikan. Diakhir khutbahnya, khatib menyampai suatu riwayat, ketika seorang hamba bertanya pada khalifah Umar :

Hamba:“Ya Amirul Mukminin, hari ini orang tuaku sudah tua lanjut usia, hari-harinya ia selalu bersamaku, aku papah ia, akulah sandarannya, akulah kendaraannya, aku bersihkan kotorannya, aku antar kemanapun ia pergi … apakah dengan demikian aku telah membalas jasa orang tua ku ? “

Umar : “Belum.!!”.

Hamba:”Kenapa Ya Amirul Mukminin ?”

Umar : “Karena semua itu engkau lakukan dengan hati yang berat, penuh keterpaksaan dan apa lagi telah kau doakan kematian yang cepat baginya. Sedangkan ketika ia mendidikmu, membesarkanmu dengan susah payah, tiada ia pernah menjadikanmu beban, bahkan selalu berdoa…. Ya Allah, panjangkalah umur anakku”

Sesungguhnyalah, tidak akan pernah mampu kita membalas jasa-jasa kedua orang tua kita. Maka bagi kita-kita yang orang tuanya masih hidup, bersyukurlah dengan selalu berbuat baik dan berbakti kepadanya, peliharalah dan layanilah mereka dengan penuh ikhlas dan pengabdian, apapun keadaannya. Insya Allah kebahagiaan mereka dilayani dan dipelihara anaknya, jadi ladang syurga bagi kita. Semoga kelak anak-anak kitapun akan berbakti dan berbuat baik pada kita orang tuanya. Dan sekiranya mereka telah tiada, maka janganlah lewatkan satu doapun untuk mereka, doakanlah orang tua kita dalam setiap ada kesempatan, semoga Allah tempatkan ia di sisiNYA yang paling mulia, Allah ampuni segala dosanya dan Allah terima segala amal ibadahnya. Amin Ya Rabb Al Amin.

kawan renungkan kalimat berikut

Waktu engkau berumur 1 tahun

dia menyuapi dan memandikanmu…

sebagai balasannya…

kau menangis sepanjang malam

Waktu engkau berumur 2 tahun

dia mengajarimu cara berjalan…

sebagai balasannya…

kau kabur saat dia memanggilmu

Waktu engkau berumur 4 tahun

dia memberimu pensil untuk mewarna…

sebagai balasannya…

kau corat coret dinding rumah dan meja makan

Waktu engkau berumur 7 tahun

dia memberikanmu bola…

sebagai balasannya…

kau lemparkan bola ke jendela tetangga

Waktu engkau berumur 10 tahun

dia mengantarkanmu ke mana saja,

dari kolam renang sampai pesta ulang tahun…

sebagai balasannya…

engkau bermain asyik dengan temanmu

sampai tidak dengar panggilan orang tuamu…

Waktu engkau berumur 13 tahun

dia menyarankanmu untuk memotong rambut

karena sudah waktunya…

sebagai balasannya…

kau bilang “mama tidak tahu mode…”

Waktu engkau berumur 15 tahun

dia pulang kerja ingin memelukmu…

sebagai balasannya…

kau kunci pintu kamarmu

Waktu engkau berumur 18 tahun

dia menangis terharu ketika engkau lulus SMA…

sebagai balasannya…

kau berpesta dengan teman-temanmu sampai pagi

Waktu engkau berumur 19 tahun

dia membayar semua kuliahmu

dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama…

sebagai balasannya…

kau minta diturunkan jauh dari pintu gerbang

biar nggak malu sama teman-teman

karena orang tuamu jelek

Waktu engkau berumur 20 tahun

dia bertanya “Dari mana saja seharian ini?”

sebagai balasannya…

kau menjawab “Ah cerewet amat sih”

mau tau urusan anak muda

Waktu engkau berumur 25 tahun

dia membantumu membiayai pernikahanmu…

sebagai balasannya…

engkau pindah ke kota lain

menjauhi orang tuamu

Waktu engkau berumur 30 tahun

dia memberimu nasehat

bagaimana merawat bayimu…

sebagai balasannya…

engkau katakan

“Sekarang zamannya sudah beda, Ma…”

Waktu engkau sudah jadi orang sukses

dia menelponmu untuk diantar ke acara syukuran

salah satu saudara dekatmu…

sebagai balasannya…

engkau jawab “Aku sibuk sekali,

Banyak kerjaan kantor, Ma…”

Waktu engkau berumur 35 tahun

dia sakit-sakitan sehingga

memerlukan perawatanmu…

sebagai balasannya…

engkau baca tentang pengaruh negatif orang tua

yang numpang tinggal di rumah anaknya

Dan hingga SUATU HARI

dia meninggal dunia dengan tenang…

dan tiba-tiba engkau teringat semua

yang belum pernah engkau lakukan…

dan itu menghantam

HATIMU bagaikan pukulan QODAM

Maka…

JIKA ORANG TUAMU MASIH ADA…

BERIKANLAH KASIH SAYANG DAN

PERHATIAN LEBIH DARI YANG PERNAH

ENGKAU BERIKAN SELAMA INI

JIKA ORANG TUAMU SUDAH TIADA…

INGATLAH KASIH SAYANG DAN CINTANYA

YANG TELAH DIBERIKANNYA

DENGAN TULUS IKHLAS KEPADAMU…

DAN DOAKANLAH…

MOHONKANLAH KEPADA ALLAH

AMPUNAN BAGI KEDUANYA

KLIK SHARE / BAGIKAN YA

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar