Jumat, 22 Maret 2013

dalil dan sarat wanita keluar malam

assalamualaikum......

Wanita itu aurat

         Wahai kaum muslimin dan muslimat, janganlah kalian membawa nama majlis ta'lim untuk keluar malam dengan adanya pengajian majlis ini lah majlis itulah, memang betul kalian pergi kemajlis akan tetapi kalian ada bermaksud lain (ketemuan dengan pacarnya),

          Apakah sampai tujuan kalian bawa buku dan pulpen untuk menulis faedah-faedah/ilmu-ilmu yang di ucapkan oleh si penceramah?
kebanyakan kalian ingin hadir karna keramaiannya (asik mumpul rame-rame).
hususnya bagi wanita yang belum rumah tangga (belum menikah), yang sudah menikah pun harus mendapatkan izin dari sang suami/harus berjalan dengan suami/mahromnya.

          Dosa yang sangat kecil itu jangan di sepelekan karna dikit demi sedikit lama-lama bisa menjadi bukit (kata orang bijak).

orang yang menyepelekan keluar malam bagi wanita maka dia akan mendapatkan azab yang amat pedih di akherat nanti.

dalil-dalilnya:

“Wanita itu aurat, maka bila ia keluar rumah syaitan menyambutnya.” (HR. At-Tirmidzi no. 1183).
Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang jahiliyah dahulu.” (Al-Ahzab : 33).
Didalam hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Umar bahwasanya Rasulullah saw bersabda: ”Janganlah seorang wanita pergi (lebih dari) tiga hari kecuali bersamanya seorang mahram.” (HR. Muslim).


 Syarat-syarat keluar rumah bagi para wanita:

1.  ADANYA IZIN, Menurut Ibnu Taimiyah dalam Al-Fatawa menyebutkan bahwa dalam hal meminta izin ini ada dua hal, yaitu bagi wanita yang telah menikah, izin yang dimaksud adalah izin dari suami, sedang bagi wanita yang belum menikah izinnya adalah izin dari orang tuanya. Dan untuk meminta izin, ada izin umum dan ada izin khusus. Izin umum adalah meminta izin keluar rumah untuk keperluan yang memang dianggap keperluan rutin, seperti belanja, sekolah dllnya. Hal ini tidak perlu setiap kali keluar meminta izin tapi cukuplah sekali minta izin, sedang untuk meminta izin untuk keperluan yang jarang-jarang seperti silaturrahim, menjenguk orang sakit dllnya, maka perlu meminta izin dahulu setiap akan pergi untuk keperluan tersebut.

2.  UNTUK KEBAIKAN, seperti:· Pergi menuntut ilmu· Pergi untuk beramal ma’ruf nahi munkar (berda’wah)· Silaturrahiim· Berdagang atau bekerja

3.  TIDAK BERTABARRUJ maksudnya tidak bersolek dan berdandan, tidak memakai perhiasan-perhiasan yang menarik, sehingga mengundang syahwat kaum lelaki, juga tidak memperlihatkan keindahan tubuhnya.

4.  MENUTUP AURAT DAN MENJAGA ADAB-ADAB ISLAM Menutup aurat ketika keluar rumah merupakan kewajiban syar’i yang harus dipatuhi oleh setiap muslimah yang telah akil baligh, busana yang menjadi standard syar’i adalah sebagai berikut:

a.  Menutupi seluruh tubuh kecuali wajah dan dua telapak tangan, ( jika tetap mendatangkan fitnah berpurdah lebih dituntut )

b.  Tidak ketat hingga lekuk tubuh tidak terlihat.

c.  Tidak tipis hingga warna kulit tidak terlihat.

d.  Tidak menyerupai laki-laki

e.  Tidak berwarna terang hingga menarik perhatian orang.

f.  Dipakai bukan maksud mempamerkan dan tidak bergambar makhluk hidup.


Firman Allah s.w.t

“Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu dan putri-putrimu serta wanita-wanitanya kaum mukminin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbab-jilbab mereka di atas tubuh mereka. Yang demikian itu lebih mudah bagi mereka untuk dikenali (sebagai wanita merdeka dan wanita baik-baik) sehingga mereka tidak diganggu…” (Al-Ahzab: 59).

Adapun adab-adab Islam juga harus dijaga antaranya, menjaga pandangan, tidak ikhtilat (berdua-duaan dengan lawan jenis), tidak berbicara dengan suara yang menimbulkan rangsangan, tidak berjalan berlenggang-lenggok dan lain sebagainya yang akan merusak citra Islam.


PERHATIN…!!!!!

Jika salah satu syarat daripada al-Quran dan Sunnah baginda itu tidak dapat dipenuhi, maka seseorang muslimah itu perlu mengekalkan hukum untuk menetap di rumah adalah lebih baik untuk mengelak diri dari FITNAH DAN DOSA BESAR…

Mereka yang bercinta sambil bercouple keluar berdua-duaan dengan pasangan kekasih sambil membonceng dan berpelukan diatas motor adalah satu perbuatan yang keji dan terkutuk dan mendapat laknat dari Allah s.w.t atas perbuatan maksiat tersebut kerana ia jelas lagi nyata telah melanggar hukum syar’i…

Nabi Muhammad s.a.w. bersabda:

Tidak halal bagi perempuan yang beriman dengan Allah dan hari akhirat untuk keluar tiga hari ke atas melainkan bersama-samanya bapanya atau saudara kandung lelakinya atau suaminya atau anak lelakinya atau mana-mana mahramnya. (di dalam riwayat lain, ada dinyatakan satu hari satu malam, dan dua hari dua malam)-hadith riwayat Bukhari dan Muslim

Demikianlah pembahasa tentang wanita keluar rumah, semoga Allah selalu membimbing dan memberi petunjuk-Nya kepada kita semua. Amin.

ikutilah kata2 habaib dan ulama yang baik, yang buruk tinggalkan,.
sebarkan
http://www.facebook.com/groups/fotohabaib


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar